Ketahui Lebih Lanjut Tentang Hewan Yang Dijadikan Maskot Di Asian Games 2018 Lalu

Siapapun pasti setuju jika Asian Games 2018 lalu yang digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang memiliki kesuksesan yang luar biasa anggota asian games. Tak hanya karena pertandingannya yang dianggap berjalan dengan lancar namun juga venue asian games 2018. Bahkan, beberapa venue memiliki predikat sebagai venue terbaik yang ada di dunia. Ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Indonesia yang menggelar ajang olahraga tersebut.

Bahkan, tak hanya karena pertandingan dan venue yang menarik perhatian banyak orang, maskot yang dipilih yaitu Bird of Paradise, Rusa Bawean, dan Badak Jawa juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian banyak orang. Kamu harus mengenal mereka lebih jauh lagi untuk bisa mengetahui lebih lanjut tentang para hewan tersebut.

1. Bird of Paradise
Burung Cendrawasih yang menakjubkan, penuh warna, dan mempesona itu endemik di sebagian besar Indonesia bagian timur, di Papua dan Maluku. Dari 42 spesies yang ditemukan di sini, 40 mendiami Papua dan 2 di Kepulauan Maluku. Pada orang-orang terhadulu, bulu mereka pada satu waktu digunakan oleh kepala suku untuk menunjukkan pangkat dan kekuasaan. Namun hari ini, Burung Cendrawasih dilindungi karena jumlahnya yang semakin berkurang karena habitat mereka di hutan yang dalam juga dirambah oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

2. Rusa Bawean
Rusa babi Bawean adalah salah satu yang paling langka di dunia. Spesies ini sangat terancam dan hanya ditemukan di Pulau Bawean, utara kota Gresik di Jawa Timur. Rusa Bawean berwarna coklat, ia memiliki warna bulu pada bagian tenggorokan yang putih dan dibedakan oleh garis gelap di tengah punggungnya, dan memiliki ekor lebat. Sayangnya, jumlah hewan ini juga semakin berkurang, dan bahkan saat ini hanya ada sekitar 200-400 ekor yang tersisa di dunia.

3. Badak Jawa
Badak Jawa adalah yang terkecil di antara spesies badak, tetapi meskipun demikian, bdak dewasa masih memiliki berat 900 kg hingga 2.300 kg, dan merupakan hewan terbesar di pulau Jawa. Hanya ada sekitar 60-68 yang hidup di seluruh dunia, dan saat ini hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Oleh karena itu, ini adalah satwa liar yang semakin terancam punah dan perlu ntuk dilindungi.

Scroll to top